Follow me on Twitter : @bamnablog

Monday, February 13, 2012

ADAB-ADAB MAKAN MENURUT AL-QURAN AS-SUNNAH

Dari 'Aisyah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda, " Apabila seorang daripada kamu hendak makan, sebutlah nama Allah (yakni: 'Bismillah'). Jika dia terlupa menyebut nama Allah pada awal (mula makan), maka sebutlah 'Bismillahi awwaluhu wa akhirahu' (HR Abu Dawud dan atTirmidzi.)


Gunakan tangan kanan (tangan kiri dilarang)
Dari Salamah bin al-Akwa' r.a., seorang lelaki sedang makan dengan tangan kirinya berhampiran dengan Rasulullah s.a.w. Maka Baginda berkata: "Makanlah dengan tangan kananmu". Lelaki itu berkata: "Aku tak boleh". Baginda menjawab, "Engkau tidak boleh!? Tidaklah yang menghalangnya kecuali sifat bongkak!! Kemudian tidak dapat diangkat tangannya ke mulut. (HR Muslim)

Dari Jabir r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jangan engkau makan dengan (tangan) kirimu, sesungguhnya syaitan itu makan dan minum dengan (tangan) kirinya. (HR Muslim)


Makan yang berhampiran.
Dari Umar bin Abi Salamah r.a. berkata, aku merupakan hamba di rumah Rasulullah s.a.w., dan pernah tanganku menjalar-jalar ke serata hidangan (ketika hendak makan). Maka Rasulullah s.a.w berkata: Wahai budak, ucapkan 'Bismillah', makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang hampir denganmu. (HR Bukhari dan Muslim)

Galakan guna tiga jari.
Dari Ka'ab bin Malik r.a., "Aku melihat Rasulullah s.a.w. makan menggunakan tiga jari..(ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah)" (HR Muslim)


Larangan mencela makanan
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Tidak sekali-kali Rasulullah s.a.w mencela makanan. Jika Baginda menyukainya, maka Baginda makan. Jika Baginda tidak menggemarinya, maka Baginda tidak makan" (HR Bukhari dan Muslim)

Tidak bersandar ketika makan
Dari Abi Juhaifah Wahb bin Abdullah r.a. berkata: Rasullah s.a.w bersabda, "Aku tidak makan sambil bersandar" (HR Bukhari)

Kutip makanan yang terjatuh.
Dari Jabir r.a., Sabda Rasulullah s.a.w., "Apabila jatuh sebahagian (kecil) makanan seorang dari kamu, ambil dan buang bahagian yang terkena kotoran dan makanlah ia, dan jangan tinggalkan ia untuk syaitan, dan jangan dia menyapu tangannya dengan kain sehingga dia menjilat jarinya dahulu kerana dia tidak mengetahui pada makanannya, bahagian mana yang terdapat keberakartan" (HR Muslim)

Mula makan dari tepi (pinggir)
Dari Ibn Abbas r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Keberkatan terdapat di tengah-tengah makanan, maka mulakan makan dari tepi dan jangan mulakan makan dari tengah" (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


Jilat jari setelah selesai
Dari Ibn Abbas r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda, "Apabila seorang daripada kamu telah selesai makan makanan, maka jangan disapu jari-jari sehingga dijilat (terlebih dahulu) atau dijilatkan (oleh orang lain)" (HR Bukhari dan Muslim)

Doa setelah selesai makan
Dari Abi Umamah r.a., "Adalah Nabi s.a.w. apabila selesai makan menyebut, 'Alhamdulillahi katsiran toyyiban mubarakan fih, ghaira makfiyyin wa la muwaddi'in. wa la mustaghnan 'anhu rabbana' (HR Bukhari)

Dari Muad bin Anas r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sesiapa yang selesai makan, kemudian menyebut, 'Alhamdulillah- illazi ath'amani haaza, wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwatin', akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Tirmidzi)

Menjawab salam
Imam Nawawi dalam al-Azkar mengatakan makruh hukumnya memberikan salam kepada orang yang sedang makan. Orang yang diberi salam pula tidak wajib menjawabnya.

Beliau menghuraikan apakah maksud hukum makruh itu. Katanya: Hukum makruh itu ialah apabila makanan itu berada dalam mulutnya, jika mulutnya tiada makanan, maka tidak mengapa diberi salam dan salam itu wajib dijawab." (al-Azkar, edisi tahqiq 2003, Daar al-Hadith, Cairo. ms 238)

Bercakap ketika makan
Dalam al-Adzkar, Imam Nawawi mengatakan, "Dianjurkan berbicara ketika makan. Berkenaan dengan ini terdapat sebuah hadits yang dibawakan oleh Jabir ra sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam "Bab memuji makanan". Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab al-Ihya mengatakan bahwa termasuk etika makan ialah membicarakan hal-hal yang baik sambil makan, membicarakan kisah orang-orang yang shalih dalam makanan." (al-Adzkar hal 602, edisi terjemah cet. Sinar baru Algen Sindo)

Menurut al-Hafidz dan Syaikhul Islam Ibn al-Qayyim rh, pendapat yg benar ialah Nabi saw bercakap dan berbual semasa makan. Dalam kitabnya alZaad (2/397), ada kalanya Nabi bertanya apakah menu pada hari ini dan memuji menu tersebut (HR Muslim: 2052), ada kala Nabi saw mengajar adab dan susila makan kepada kaum keluarganya (HR alBukhari: 5061) dan ada ketika Nabi sentiasa menggalakkan tetamu beliau supaya menambah laukpauk dan minuman (HR alBukhari 6087). Adalah tidak benar meja makan menjadi tempat yg kaku dan senyap sepi dari perbualan.

Tetapi, tidaklah bercakap itu apabila makanan penuh di dalam mulut. (tambahan compiler)

Cuci tangan sebelum dan sesudah makan
Aisyah ra mengatakan, bahwa Rasulullah bila hendak tidur dalam keadaan junub maka beliau berwudhu terlebih dahulu, dan apabila beliau hendak makan maka beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu." (HR Nasa'ie no. 256, Ahmad, 24353, dan lain-lain)

Mengenai mencuci tangan sesudah makan, Abu Hurairah ra meriwayatkan, bahawa Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih berbau daging kambing dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri." (HR. Ahmad, no. 7515, Abu Dawud, 3852

Berwudhu jika berjunub
Aisyah ra menyebutkan, bahawa Rasulullah saw jika dalam keadaan junub lalu hendak makan atau tidur, maka beliau berwudhu terlebih dahulu, seperti berwudhu untuk solat." (HR Bukhari, no. 286 dan Muslim, no. 305)

Tak melengahkan makan setelah terhidang
Dari Anas ra, Nabi saw bersabda, "Jika makan malam sudah disajikan dan Iqamah solat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam." (HR Bukhari dan Muslim)

Jangan tergesa menghabiskan makan
Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian tergesa-gesa menyelesaikan makan malam kalian jika sudah disajikan." (HR. Ahmad)


Mengambil makanan yang jatuh
Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah saw bersabda, "Jika makanan salah satu daripada kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaklah ia dimakan dan jangan dibiarkan untuk syaitan" Dalam riwayat yang lain dinyatakan, "sesungguhnya syaitan bersama kalian dalam segala keadaan, sehinggakani syaitan bersama kalian pada saat makan. Oleh karena itu jika makanan kalian jatuh ke lantai maka kotorannya hendaklah dibersihkan kemudian dimakan dan jangan dibiarkan untuk syaitan. Jika sudah selesai makan maka hendaknya jari jemari dijilati karena tidak diketahui di bagian manakah makanan tersebut terdapat berkah." (HR Muslim no. 2033 dan Ahmad 14218)

Tidak mengambil makanan lebih dari satu
"Sesungguhnya Rasulullah saw melarang mengambil makanan lebih dari satu kecuali sesudah minta izin kepada saudaranya." (HR Bukhari no. 2455 dan Muslim no 2045) Ibnul Jauzi mengatakan, "Hadith ini berlaku pada saat makan bersama-sama. Pada saat makan bersama biasanya orang hanya mengambil satu kurma saja. Maka jika ada orang yang mengambil lebih dari satu, maka berarti dia lebih banyak daripada yang lain. Sehingga harus minta izin terlebih dahulu dari orang lain." (Kasyful Musykil, 2/565)

Menyantap makanan setelah dingin
Dalam Zaadul Ma'ad (4/223) Imam Ibnul Qoyyim mengatakan, "Nabi saw tidak pernah menyantap makanan dalam keadaan masih panas."

Source : preciousariana.blogspot.com




0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...